Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2015

Semoga Semuanya Berjalan Dengan Lancar Seperti Yang di Harapkan

Waktu begitu terasa cepat berlalu disaat moment kebahagian ada namun sebaliknya jika moment menyakitkan dan menyedihkan begitu terasa sangat lambat,, inilah rasa yang aku alami sekarang. Dua tahun bukan waktu yang singkat untukku berpisah dengan orang-orang yang ku sayang, ingin sekali berjumpa dengan mereka. Tapi, inilah jalan yang harus ku tempuh untuk mencapai cita-citaku, memenuhi segala keinginanku. Sebelum semuanya terpenuhi aku akan tetap berusaha dan bertahan disini, tak henti-hentinya aku memanjatkan doa memohon supaya selalu sehat. Hari ini adalah hari dimana aku harus periksa kesehatan untuk menentukan nasibku, sebagaimana perjanjian dalam kontrak kerja sebagai seorang "tenaga kerja indonesia (TKI)". Semoga semuanya berjalan seperti yang aku harapkan, amin ya robbal alamin. mohon doanys juga ya para blogger hehe.

Cobalah Hargai Aku Sedikit

Malam ini salah temanku datang untuk bertamu ke tempat asrama yang aku tinggali,, berkenaan dengan itu mereka pun menerima tamu entah keluarga atau teman mereka aku gak tau. Dua puluh menit berlalu panggilan itu tak asing lagi di telingaku, "imam kesini sebentar" aku pun menghampiri dari sumber suara tersebut dengan rasa jengkel. "coba beliin makanan ringan sama air minum sebentar" arrrrgggghh hatiku mengerang tapi tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti perintahnya, langsung saja ku langkahkan kaki ini untuk pergi tanpa minta izin terlebih dahulu pada temanku itu. Kekesalanku menemani perjalananku dan sembari bergumam "apakah tidak ada rasa tenggang sedikit buatku, kalian cuma mementingkan diri sendiri aku juga punya tamu yang harus aku hargai bukan kalian saja yang harus menghargai tamumu dasar brengsek bajingan". Raut muka yang tampak kesal ku perlihatkan pada mereka supaya mereka tau apa perasaanku, eeeeeh malah tidak bisa mengerti dan tidak mau ta...

Cinta Hanya Sebatas Angan-Angan

Kebersamaan kami hanya sebentar setelah aku tau dia menaruh hati pada sosok lelaki yang tampan dan lebih dewasa itu, seketika perasaanku hancur yang dulunya sangat-sangat ingin memilikinya. Setelah kejadian itu aku mulai merenggangkan diri darinya, walau sebagian pertanyaan darinya gak bisa aku jawab. Aku gak ingin menyakitkan perasaanku sendiri karena terus bersamanya, suatu saat nanti dia pasti akan tau apa sebabnya aku menghindar darinya.

Aku dan Kegelisahanku

Galau sering menyerang jiwa-jiwa anak muda jaman sekarang. Tidak ada kata "galau" dalam kamus bahasa indonesia, yang ada hanya kata gelisah. Iya, rasa gelisah tidak hanya menyerang kaum muda tapi bisa menyerang siapa saja. Setiap orang pasti pernah mengalaminya termasuk saya, saat ini saya sedang dilanda penyakit yang satu ini. Pikiran kosong tak tentu arah. Ku berjalan di indahnya malam dengan diterangi bulan ciri khasnya bulat itu, sesekali di tutupi dengan awan. Langkahku pun terpoyong-poyong tak tau harus kemana, yang ada hanya tatapan kosong. Emosiku pun mulai memuncak dikala bising yang menyengat telingaku, mataku memerah tanpaku tau penyebabnya. Apakah ini yang namanya gelisah atau sekedar bagian dari sepinya hidupku, entahlah yang pasti saya sangat marah saat ini.

Ku Ingin Sendiri

Suara bising nan ramai dari celotehan orang dan suara alat musiknya yang begitu mengganggu telingaku seakan menambah beban dalam pikiranku. Butuh tempat yang sepi, langkahku tertuju pada sebuah gudang tua yang lama gak pernah dipakai. Sunyi dinginnya membuat perasaanku seakan tenang. namun, entah suara apa lagi yang membuatku begitu gerang dan suara itu lebih menyiksaku lagi..... Arrrrgggghhh aku teriak sekerasnya "dimanakah aku harus mencari tempat untuk menyendiri, aku bosan dengan semuanya, aku bosan tuhan".kata-kata itulah yang bisa membuat beban pikiranku menjadi lebih plong.