*edisi curhatan* Gadis Solehahku (sekarang hanya menjadi impian)
Dua minggu lalu aku telah kehilangan seseorang yang sangat berharga dalam hidupku. Seseorang yang selama kami menjalani hubungan tak pernah mengeluh atas sifatku
yang kekanakan, egoisme, pencemburu, mengekangnya karna kami menjalani hubungan jarak jauh. Bagaimana tidak saat kami mengakhiri hubungan tersebut rasanya separuh hidupku telah hilang. Aku sadar akan hal itu. Sebelumnya kami saling menyayangi dan dia percaya padaku untuk senantiasa setia padanya, itu dulu sebelum bapaknya bertindak tegas mencari dan mendapatkan penggantiku di mata dan hati anaknya. kami mengakhiri hubungan dengan adanya orang ketiga yang dipercaya bapaknya jauh lebih baik dariku, lebih bisa membahagiakannya dan sangat mampu mengimaminya kelak. Kecewa bahkan hancur hari-hariku saat itu menerima kenyataan pahit tersebut. Apa dayaku ? aku coba tegar, sok tenang, sok dewasa seperti tidak pernah terjadi apa-apa ketika komunikasi terakhir kami itu. Sepuluh hari sudah mereka menjalani ta'aruf untuk saling mengenal satu sama lain. Disaat mereka saling mengenal lebih dalam lagi, Aku disini melampiaskan rasa sesak didada mulai dari mengkonsumsi alkhohol, menggoda wanita-wanita lain dan hal-hal buruk yang tak pernah aku lakukan sebelumnya. Hanya untuk menyeimbangkan sakit dan senang, kecewa dan bahagia, frustasi dan imajinasi, kehilangan dan mendapatkan, sesal dan bersyukur. Pernah aku bertanya-tanya apakah arti sebenarnya dari cinta yang tulus untuk memiliki ??. Mengapa kita tidak bisa memilki orang yang sangat kita sayangi lebih dari diri sendiri itu ??. Bagaimana mungkin semuanya bisa berubah menjadi terpecah-belah disaat kita tidak pernah melakukan apapun yang mengakibatkan perpisahaan dalam hubungan itu ??. Siapakah yang berhak mendapatkan kebahagiaan itu ?? apa orang alim ? apa orang kaya ? apa orang tertampan didunia ? apa orang yang menguasai belahan dunia ini ?. Berapa lama kita harus menunggu untuk meraih kembali seseorang yang sangat berarti dalam hidup kita ??. Aaaah pertanyaan itu selalu terbersit dalam lamunanku. Aku lelah, aku pasrah akan hal cinta.
yang kekanakan, egoisme, pencemburu, mengekangnya karna kami menjalani hubungan jarak jauh. Bagaimana tidak saat kami mengakhiri hubungan tersebut rasanya separuh hidupku telah hilang. Aku sadar akan hal itu. Sebelumnya kami saling menyayangi dan dia percaya padaku untuk senantiasa setia padanya, itu dulu sebelum bapaknya bertindak tegas mencari dan mendapatkan penggantiku di mata dan hati anaknya. kami mengakhiri hubungan dengan adanya orang ketiga yang dipercaya bapaknya jauh lebih baik dariku, lebih bisa membahagiakannya dan sangat mampu mengimaminya kelak. Kecewa bahkan hancur hari-hariku saat itu menerima kenyataan pahit tersebut. Apa dayaku ? aku coba tegar, sok tenang, sok dewasa seperti tidak pernah terjadi apa-apa ketika komunikasi terakhir kami itu. Sepuluh hari sudah mereka menjalani ta'aruf untuk saling mengenal satu sama lain. Disaat mereka saling mengenal lebih dalam lagi, Aku disini melampiaskan rasa sesak didada mulai dari mengkonsumsi alkhohol, menggoda wanita-wanita lain dan hal-hal buruk yang tak pernah aku lakukan sebelumnya. Hanya untuk menyeimbangkan sakit dan senang, kecewa dan bahagia, frustasi dan imajinasi, kehilangan dan mendapatkan, sesal dan bersyukur. Pernah aku bertanya-tanya apakah arti sebenarnya dari cinta yang tulus untuk memiliki ??. Mengapa kita tidak bisa memilki orang yang sangat kita sayangi lebih dari diri sendiri itu ??. Bagaimana mungkin semuanya bisa berubah menjadi terpecah-belah disaat kita tidak pernah melakukan apapun yang mengakibatkan perpisahaan dalam hubungan itu ??. Siapakah yang berhak mendapatkan kebahagiaan itu ?? apa orang alim ? apa orang kaya ? apa orang tertampan didunia ? apa orang yang menguasai belahan dunia ini ?. Berapa lama kita harus menunggu untuk meraih kembali seseorang yang sangat berarti dalam hidup kita ??. Aaaah pertanyaan itu selalu terbersit dalam lamunanku. Aku lelah, aku pasrah akan hal cinta.
Jangan terlalu larut dalam duka mas bro..masih banyak gadis sholehah yg menanti anda...Salam Blogger
BalasHapus